Malam ini aku membaca terusan buku yang belum kuselesaikan berjudul Sentuhan Hati Melalui Kultum, lalu terpikir lagi olehku pikiran-pikiran negatif itu yang aku takutkan terjadi kepadamu,
Ya Rabbku... aku tidak ingin menuduh dia macam-macam,
Rabbku... semoga itu tidak terjadi kepadanya, semoga dia lebih baik saat tidak bersamaku,
Rabbku... Engkaulah yang memilikinya,
Rabbku... jagala dia selalu untuku.
Aamiin yaRabbal alamin.
Ya Rabbku... aku tidak ingin menuduh dia macam-macam,
Rabbku... semoga itu tidak terjadi kepadanya, semoga dia lebih baik saat tidak bersamaku,
Rabbku... Engkaulah yang memilikinya,
Rabbku... jagala dia selalu untuku.
Aamiin yaRabbal alamin.
Allah berfirman dalam Al-Quran pada surat Al-Qiyamah ayat 36:
Apakah manusia mengira, bahwa ia dibiarkan begitu saja (tanpa pertanggung jawaban) ?
Dan pada surat Thaha ayat 15:
Sesungguhnya hari kiamat akan datang, (dan) Aku merahasiakan (waktunya) agar tiap-tiap diri dibalas denngan apa yang diusahakannya.
Suatu hari Rasulullah saw. bertanya kepada para sahabatnya, “Tahukah kalian siapa orang yang bangkrut itu?”
Salah seorang sahabat menjawab: “Orang yang bangkrut menurut kami adalah orang yang tidak memiliki uang dan harta.”
Nabi berkata: “Sesungguhnya orang yang bangkrut di umatku adalah orang yang datang pada hari kiamat dengan membawa pahala shalat, puasa, zakat, hajinya ataupun wakafnya, tetapi ketika pahala-pahala itu akan ditimbang, datanglah orang-orang yang mengadu, ‘Ya Allah, dahulu ia pernah menuduhku berbuat sesuatu, padahal aku tidak pernah melakukannya.’ Kemudian Allah menyuruh agar ia membayar orang yang mengadu itu dengan sebagian pahalanya. Kemudian datang lagi orang lain yang mengadu, Ya Allah, ia pernah mengambil hakku dengan sewenang-wenang.’ Lalu Allah menyuruhnya lagi membayar dengan pahalanya kepada orang yang mengadu itu. Setelah itu datang lagi orang yang mengadu, sampai akhirnya seluruh pahala shalat, puasa, zakat dan hajinya itu habis dipakai membayar orang-orang yang pernah haknya ia rampas, yang pernah ia sakiti hatinya ataupun yang pernah ia tuduh tanpa alasan yang benar. Kini tidak ada lagi pahalanya yang tersisa, semuanya telah habis dipakai membayar hutang atas kelakuan zalimnya pada waktu ia hidup di dunia. Sementara itu, ternyata orang yang mengadu masih datang juga. Maka Allah memutuskan agar dosa orang yang mengadu itu dipindahkan kepadanya sebagai tebusan atas kesalahan yang dilakukannya pada orang itu di dunia dahulu. Itulah orang yang bangkrut di hari kiamat, yaitu orang yang rajin beribadah tetapi dia tidak memiliki akhlak yang baik. Dia merampas hak orang lain dan banyak menyakiti hati saudara-saudaranya.”
“Hidup ini adalah suatu bagian dari mata rantai perjalanan yang harus dilalui manusia, yaitu bermula dari alam roh lalu menuju alam janin, kemudian alam dunia, lalu masuk ke dalam alam kubur, dan terakhir menetap abadi di akhirat. Orang yang bijak akan menabung bekal sebanyak-banyaknya agar di akhir perjalanan nanti ia dapat bersenang-senang. Ia mengerti benar, bahwa tempat bersenang-senang itu bukan di perjalanan, tetapi nanti bila sampai di tujuan. Orang bijak itu tidak mau memanggul bekalnya sendirian, ia titipkan bekal-bekalnya kepada orang lain sehingga ia dapat menempuh perjalanan ini tanpa repot-repot diganduli oleh perbekalanya.”
(Ali bin Abi Thalib)
Ketika para sahabat yang lain bertanya kepada sayidina Ali, “Wahai Ali, bagaimanakah caranya menitipkan bekal pada orang lain itu?”
Sayidina Ali pun menjawab, “Ketahuilah bahwa tidak ada hutang yang tidak dibayar. Bila seseorang menyakiti hatimu, maka ia harus membayar dengan pahalanya. Begitu juga bila seseorang memfitnahmu maka ia harus membayar perbuatan jahatnya itu dengan pahalanya. Atau, bila seseorang yang berhutang padamu dan ia tidak mau membayar hutangnya itu, kelak ia harus membayarnya dengan pahalanya. Pokoknya, kezaliman orang terhadapmu, pada hakikatnya adalah tambahan pahala bagimu. Begitulah caranya menitipkanbekal kita pada orang lain.”
Memang terdengar sangat sepele, maka dari itu mari kita hilangkan sikap suka mencaci , menyakiti dan menuduh sesama agar kita tidak menjadi orang yang bangkrut di akhirat dan semoga Allah SWT tidak menjadikan kita sebagai orang yang bangkrut di akhirat. Aamiin....
